Jutaan Netter 'Terpancing' Buka Link Spam

Jutaan pengguna internet dipastikan membuka link-link situs yang dikirimkan melalui email sampah (spam). Bahkan tak hanya link, sejumlah pengguna juga kerap membuka attachment spam tersebut.

Berdasarkan survei Messaging Anti-Abuse Working Group (MAAWG), spam tersebut kebanyakan menarik minat pemilik email. Setidaknya 46 persen pengguna internet tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan dalam email tersebut.

"43 persen menyatakan sering membuka email-email spam," tulis MAAWG seperti dilansir ZDnet, Jumat (26/3/2010).

Sementara itu, 57 persen lainnya jarang membuka spam, sekalipun membuka spam, mereka hanya ingin memastikan apakah email tersebut adalah email spam.

Pengguna internet di Kanada adalah pengguna internet yang paling menghindari spam. Netters di Kanada sering memisahkan antara email spam dengan email non-spam.

Tak dipungkiri, banyak orang salah kaprah, seringkali spam dianggap sebagai alat marketing paling ampuh padahal tidak. Banyak produk-produk baik elektronik atau obat-obatan yang menggunakan spam sebagai alat pemasaran. Saat ini Spam lebih banyak 'dibonceng' Malware, sehingga sulit untuk menjadikan spam sebagai alat pemasaran. (srn)

0 komentar: