Windows Multipoint Server 2010: Satu Untuk Semua

Saat ini masih banyak sekolah di Indonesia masih membutuhkan fasilitas komputer serta interbet dalam proses belajar mengajar. Sayangnya, karena keterbatasan biaya, banyak sekolah yang belum bisa membeli komputer untuk siswa-siswa di sekolah. Maka sebagai salah satu solusi adanya keterbatasan tersebut, Microsoft meluncurkan teknologi terbaru yakni Windows Multipoint Server 2010.

“Teknologi ini adalah kerjasama HP Indonesia dengan Microsoft Indonesia yaitu dengan satu server dengan banyak monitor untuk mengatasi kesenjangan digital di ruang kelas,” ujar Ananta Gondomono, Academic Program manager microsoft Indonesia, di sela-sela International Symposium on Distand dan E-Learning, Kamis (10/12/2009).

Dijelaskan Ananta, produk multiseta ini dijalankan oleh software microsoft. Ini merupakan teknologi terbaru yakni satu server bisa digunakan sampai 10 monitor. Dengan kondisi itu maka sangat cocok jika digunakan untuk PC laboratorium di sekolah yang memiliki dana terbatas.

“Makanya kita hari ini juga mendemokannya di SMP 5 agar para siswa dan guru lebih paham lagi mengenai solusi dari Windows Multi Point Server 2010 tersebut,” katanya.

Dengan teknologi ini beberapa monitor di ruang kelas, laboratorium, atau di perpustakaan dapat dijalankan dengan komputer server tunggal. Selain efisien dengan hadirnya teknologi ini diyakini juga mampu menurunkan biaya komputer antara 7-80 persen.

“Efektif sekaligus menghemat biaya penggunaan komputer juga,” terang Ananta.

Sementara itu menurut Edy Thomas Suharta, guru SMPN 5 Yogyakarta mengaku terbantu dengan hadirnya teknologi ini. Sebagai sekolah yang telah menerapkan Sekolah Standar Internasional (SSI), salah satu syaratnya adalah harus banyak komputer di ruang kelas sesuai jumlah siswa. maka dengan Windows Multipoint Server 2010 tersebut bisa menghemat listrik karena satu server bisa digunakan 10 monitor.

“Tentunya kami terbantu dengan hadirnya teknologi ini karena semakin memfasilitasi anak didik dalam proses belajar mengajar,” kata Thomas. (Okezone)

0 komentar: