Siap Saingi Android, Samsung Akan Rilis OS Open Source Untuk Ponsel

Masih ingat dengan rencana Samsung yang bersiap untuk merilis sistem operasi Open Source pertamanya? Baru-baru ini Samsung kembali membocorkan informasi terbaru tentang fitur yang lebih detail dan lengkap dibanding bocoran sebelumnya.

Keberhasilan Samsung menjual ponsel-ponsel keluarannya di pasar dunia, membuat Samsung terus berusaha untuk mengembangkan teknologinya, mulai dari performa hingga fitur yang ditawarkan. Namun kali ini Samsung kabarnya sudah bersiap meluncurkan sistem operasi terbarunya yang dapat digunakan untuk ponsel.

Rencana Samsung ini sepertinya terinspirasi dari keberhasilan Google dengan sistem operasi Android keluarannya. Seperti Google Android, sistem operasi terbaru Samsung ini juga akan menjadi aplikasi Open Source yang diklaim lebih menarik dan hebat dibanding Android.

Dengan membentuk OS Bada sebagai aplikasi Open Source, tampilan OS ini juga dapat diubah oleh operator-operator yang akan menggandengnya nanti. Dengan begitu, tampilan OS Bada pada tiap-tiap operator tidak akan sama. Karena Samsung memang sengaja memberikan kesempatan untuk para developer di seluruh dunia agar menuangkan kreatifitasnya dengan membentuk ciri khas tersendiri.

Selain itu, Samsung Bada juga rencananya akan mendukung Multitouch, TouchWiz UI, Sosial Networking, Content Managemen dan juga Sinkronisasi. Tidak hanya itu, menurut informasi Samsung Bada akan dilengkapi dengan sistem yang mendukung teknologi Web Control, Fine-Tune Vibration Control, sensor gerak, deteksi wajah dan juga Flash Control.

Hingga saat ini, belum ada informasi tentang perubahan jadwal peluncuran Samsung Bada yang semula direncanakan akan bisa dinikmati pada awal tahun 2010 mendatang. Sejauh ini, beberapa perusahaan seperti Twitter, Blockbuster, EA Mobile, Gameloft dan juga Capcom sudah mengumumkan dukungannya terhadap Samsung bada.

Dengan begitu, Samsung mengaku sangat yakin dengan kesuksesan yang akan diraih sistem operasi Open Source-nya ini untuk bersaing dalam industri mobile. (CBN)

0 komentar: